Kamis, 09 Juli 2026

πŸ‡ΊπŸ‡Έ✨ KULIAH DI AMERIKA BUKAN CUMA MIMPI ✨πŸ‡ΊπŸ‡Έ Kalau tahu jalannya, kamu juga bisa. πŸ‘€ Kuliah di Amerika? Emang bisa ya?


πŸ‡ΊπŸ‡Έ✨ KULIAH DI AMERIKA BUKAN CUMA MIMPI ✨πŸ‡ΊπŸ‡Έ

Kalau tahu jalannya, kamu juga bisa.

πŸ‘€ Kuliah di Amerika? Emang bisa ya?

Kalau kamu pernah kepikiran...

πŸ₯² “Kayaknya ribet banget deh jalurnya…”

😡 “Yang keterima pasti anak super pinter doang.”

πŸ’Έ “Harus punya duit banyak ya?”


Tenang… kamu nggak sendirian kok πŸ˜†


Banyak banget yang awalnya mikir gitu…

tapi ternyata bisa beneran berangkat.


Daripada cuma jadi penonton yang lihat orang lain update kehidupan kuliah di luar negeri…

mending kamu yang next update dari sana. πŸ”₯


━━━━━━━━━━━━━━━

πŸ“Œ *CATET TANGGALNYA BAIK-BAIK YA!*

━━━━━━━━━━━━━━━

πŸ“… Sabtu, 11 Juli 2026

πŸ• 13.00 – 14.00 WIB

πŸ“ Euro Management Indonesia

Rumah Eropa

Jl. Teuku Cik Ditiro No 61, Menteng, Jakarta Pusat

https://maps.app.goo.gl/rYNn4k7ARoQ1uJSc6


━━━━━━━━━━━━━━━

πŸ“² *CUSS DAFTARIN DIRI KAMU DISINI*

_GRATIS tanpa syaratπŸ˜†_

━━━━━━━━━━━━━━━

πŸ‘‰ https://tinyurl.com/WorkshopUSA2026


πŸ“ž *Mau tanya-tanya lebih lanjut? Chat aja kesini :*

0811-998-167

0882-9049-3305

0882-1320-1180

0811-9698-421


⏰ Serius deh… jangan cuma dibaca terus lewat πŸ˜†

Langsung masukin ke kalender kamu sekarang juga!


Karena event kayak gini tuh:

πŸ‘‰ nggak sering ada

πŸ‘‰ pembicaranya real, bukan teori doang

πŸ‘‰ dan isinya beneran kepake buat masa depan kamu


✨ Cuma 1 jam, tapi bisa jadi titik awal perjalanan kamu ke luar negeri.

Yes, literally bisa ngerubah arah hidup kamu.


Jadi jangan sampai nanti kamu cuma bilang:

"Ih kemarin ada ya? Kok aku kelewatan…” 😭


━━━━━━━━━━━━━━━

πŸŽ™️ *KENALAN SAMA SPEAKER KITA*

━━━━━━━━━━━━━━━

✨ Hisyam Abdurrahman Muhammad

πŸŽ“ Lulusan Finance – Cum Laude dari The Ohio State University

πŸ“š Saat ini sedang menempuh S2 Finance di University of Illinois Urbana-Champaign πŸ‡ΊπŸ‡Έ


Di sini kamu nggak cuma denger cerita “enaknya doang”…


Tapi bakal dikupas:

πŸ‘‰ Gimana awal mulainya

πŸ‘‰ Tantangan & struggle-nya

πŸ‘‰ Cara adaptasi di luar negeri

πŸ‘‰ Sampai akhirnya bisa tembus kampus top dunia


Real story. Real journey. No gimmick πŸ™Œ


━━━━━━━━━━━━━━━

πŸ”₯ *YANG BAKAL KAMU DAPET:*

━━━━━━━━━━━━━━━

πŸ’¬ Bukan cuma denger cerita doang… tapi kamu bakal ngerti step by step-nya


πŸ‘‰ Mulai dari nol itu gimana sih?

πŸ‘‰ Harus siapin apa dulu? Nilai? Tes? Mental?

πŸ‘‰ Beasiswa itu realistis nggak sih buat kita?


πŸ’‘ Semua bakal dibahas dengan cara yang santai tapi “kena”


Kamu juga bakal dapet:

✨ Insight yang biasanya nggak dishare di Google

✨ Real experience (bukan teori)

✨ Tips yang bisa langsung kamu terapin


Dan yang paling penting…

🎀 kamu bisa tanya langsung apa aja


Mau nanya:

"Aku nilainya segini, masih bisa nggak?"

"Kalau nggak punya duit gimana?"

"Mulai dari mana biar nggak salah langkah?"


Gas. Tanyain aja πŸ˜†


━━━━━━━━━━━━━━━

πŸ‘€ *COCOK BUAT SIAPA?*

━━━━━━━━━━━━━━━

Kalau kamu ngerasa salah satu dari ini… berarti kamu WAJIB dateng:


πŸŽ’ Anak SMA

Lagi bingung mau kuliah ke mana, tapi pengen coba ke luar negeri


πŸŽ“ Mahasiswa

Udah kuliah, tapi mulai kepikiran lanjut S2 di luar


πŸ’Ό Fresh graduate

Lagi di fase “habis ini aku mau ngapain ya?”


πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§ Orang tua

Pengen ngerti jalur & persiapan pendidikan internasional buat anak


Atau…

😢 kamu cuma penasaran dan pengen tahu lebih jauh


Itu juga cukup alasan buat dateng. Serius.


Karena kadang…

✨ satu insight kecil bisa ngerubah cara kamu ngeliat masa depan



✨ Mungkin hari ini kamu datang cuma buat denger cerita.


Tapi siapa tahu…

beberapa tahun lagi, kamu yang lagi cerita di depan. πŸ‡ΊπŸ‡ΈπŸŽ“πŸ”₯


πŸ‘― Ajak teman kamu — biar berangkatnya bareng, suksesnya juga bareng πŸ˜‰

Rabu, 23 Februari 2022

KURSUS BAHASA ASING UNTUK PEMULA

 Mohon disebarluaskan ke Keluarga, Kerabat dan handai taulan...

KURSUS BAHASA ASING
Untuk Pemula

Euro Management Indonesia menyelenggarakan Kursus Bahasa Jerman, Prancis, General English, TOEFL & IELTS Preparatio, Belanda, Jepang, Mandarin dan Korea Selatan.

πŸ“š Pilihan Program Belajar :
- Kelas Pemula (A1)
- Kelas Lanjutan (A2/B1/B2)
- Kelas General English, TOEFL dan IELTS Preparation

🎁 Keuntungan :
- Mendapatkan Sertifikat
- Free Online IELTS/TOEFL Prediction
- Free Konseling Studi ke Luar Negeri
- Free Workshop Sistem Pendidikan di Luar Negeri.

πŸ—“️ Jadwal Kursus Fleksibel :
Senin I Selasa I Rabu I Kamis I Jumat
⏰ Pilihan Waktu :
10.00 - 12.00 WIB
13.00 - 15.00 WIB
16.00 - 18.00 WIB

πŸ“š Terbuka Untuk :
o Pelajar SMP | SMA | Mahasiswa | Umum
o Total pertemuan : 30 jam / Semester
Minimal : 5 Peserta / Kelas
Maksimal : 20 Peserta / Kelas
Pendaftaran : Setiap Saat

πŸ’» Registrasi Online :
http://bit.ly/KursusBahasa

Informasi Lebih Lanjut Hubungi :
08119698421
081519040071
0811998167
08119989155

🏒 Euro Management Indonesia
Gedung Ir. H. M. Suseno – Rumah Eropa
Jl. R. P. Soeroso No. 6 Menteng, Jakarta Pusat 10330 Indonesia.

Kunjungi kami di :
πŸ“² Instagram :@euro.management
πŸ“² Facebook : Euro Management Indonesia
πŸ“² Youtube : Euro Management
πŸ“² Website : euromanagement.co.id

Gateway [to study] Worldwide and Catch Your Dreams
#sejutahabibieuntukindonesia #sejutahabibiedijantungdunia


Selasa, 22 Februari 2022

PSIKOTES & KONSELING MAHASISWA/I EURO MANAGEMENT INDONESIA

 PSIKOTES & KONSELING MAHASISWA/I EURO MANAGEMENT INDONESIA

Program Persiapan Studi S1 Angkatan Ke 19 Grup Hawking Tahun 2022-2023 & Angkatan 20 Grup Schoedinger Tahun 2023-2024

Senin, 21 Februari 2022
Euro Management Indonesia
Gd. Ir. H M. Suseno - Rumah Eropa
Jl. R P. Soeroso No.6
Menteng - Jakarta Pusat 10330

Psikotes dan konseling yang dilaksanakan oleh Euro Management Indonesia ini diadakan khusus bagi para mahasiswa/i Angkatan Ke-19 Grup Hawking Tahun 2022-2023 & Angkatan 20 Grup Schoedinger Tahun 2023-2024.
Ini merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh Euro Management Indonesia, yang akan melanjutkan studi S1 ke 29 negara maju dunia, seperti Jerman, Prancis & Amerika Serikat.

Peserta yang hadir dalam pelaksanaan test psikotes, test minat bakat & konseling hasil psikotes:

1. Hisyam Abdurrahman Muhammad
SMA Labschool Jakarta
Negara Tujuan : Amerika Serikat
Jurusan : Mechanical Engineering

2. Ghani Falah Wijaya
SMAN 1 Cikarang
Negara Tujuan : Jerman
Jurusan : Teknik/ Sport Management/ Bisnis Management

3. Bariq Mahatma Syach
SMAN 4 Bogor
Negara Tujuan : Jerman
Jurusan : Aerospace Engineering

4. Sultan Arkaansyah Iqbal Wahid
SMAN 55 Jakarta
Negara Tujuan : Jerman
Jurusan : Sistem informasi bisnis

5. Aamira Parahita Putri Hapidekso
SMA IIHS Jakarta
Negara Tujuan : Jerman
Jurusan : Arsitektur/Teknik Informatika

6. Muhammad Rakha Bintang Radityo
SMK Telkom Jakarta
Negara Tujuan : Prancis
Jurusan : Visual Arts/Software Engineer

7. Farrel Rasyid Ibrahim
SMA Labschool Jakarta
Negara Tujuan : Jerman
Jurusan : Teknik mesin
#sejutahabibieuntukindonesia #sejutahabibiedijantungdunia #beasiswa #studikeluarnegeri










Kamis, 17 Februari 2022

Pembelian Rafale dan Pengembangan SDM Iptek

 Pembelian Rafale dan Pengembangan SDM Iptek


Bimo Joga Sasongko 

Founder I President Director & CEO Euro Management Indonesia

Ketua Umum Ikatan Alumni Jerman (IAJ)

Ketua Umum Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE)

Wabendum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI)


KORAN SINDO

Rabu 16 Februari 2022

https://nasional.sindonews.com/read/686711/18/pembelian-rafale-dan-pengembangan-sdm-iptek-1644912162


Pertemuan bilateral antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dengan Kementerian Angkatan Bersenjata Republik Prancis menghasilkan penandatanganan beberapa perjanjian kerja sama yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan kedua negara. Perjanjian kerja sama tersebut antara lain adalah kontrak pembelian enam unit pesawat Rafale buatan Dassault. Ini sebagai awal dari kontrak yang lebih besar untuk 36 pesawat tempur Rafale.


Sebagai informasi, harga pesawat tempur Rafale per unitnya adalah USD120 juta atau sekitar Rp1,72 triliun (kurs Rp14.344 per dolar Amerika Serikat). Dengan demikian anggaran yang dibutuhkan untuk membeli enam pesawat tempur mencapai sekitar Rp10,32 triliun. 


Selain itu dibuat nota kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang research and development kapal selam antara PT PAL dengan Naval Grup, MoU kerjasama Program Offset dan ToT antara Dassault dan PT DI, MoU kerja sama di bidang telekomunikasi antara PT LEN dan Thales Group, dan kerja sama pembuatan amunisi kaliber besar antara PT Pindad dan Nexter Munition. 


Program belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang jumlahnya fantastis bersumber dari utang sebaiknya dilakukan dengan cara yang transparan, tanpa ada modus korupsi dan hasilnya bisa optimal. Sekadar catatan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan tengah menyiapkan masterplan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) selama 25 tahun yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). 


Berdasarkan draf yang telah beredar, peraturan presiden (Perpres) tersebut merupakan tindak lanjut rencana strategis khusus 2020-2024. Dalam dokumen itu disebutkan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan sebesar sekitar Rp1,760 triliun. Rencananya, pengadaan alat-alat tersebut dijalankan hingga 2044 mendatang. Bila melihat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia 2020 sebesar Rp15.434,2 triliun, angka Rp1.769 triliun itu hanya sekitar 11,4% jika dibandingkan dengan angka yang dialokasikan pemerintah untuk alutsista selama 25 tahun.


Di tengah pandemi Covid-19 pemerintah menaruh perhatian besar terhadap ekonomi pertahanan. Karena pertahanan negara masih belum kuat sehingga kekayaan bangsa kurang terkelola dengan baik.


Masalah-masalah yang menghambat penguatan pertahanan negara seperti pengadaan alutsista TNI pada prinsipmya disebabkan adanya distorsi ekonomi pertahanan. Hambatan tersebut perlu segera diatasi dengan memperbarui cetak biru ekonomi pertahanan mengingat geopolitik global terus berubah.


Menurut Britannica Encyclopedia, ekonomi pertahanan adalah manajemen ekonomi nasional yang terkait dengan dampak ekonomi dari belanja militer. Implikasi yang terkait dengan ekonomi pertahanan antara lain tingkat belanja pertahanan, dampak pengeluaran pertahanan terhadap produk dan lapangan kerja di dalam dan luar negeri, pengaruh belanja pertahanan dengan perubahan teknologi, serta efek stabilitas nasional dan global.


Adanya cetak biru ekonomi pertahanan yang sesuai dengan kondisi terkini sangat membantu industrialisasi bangsa. Menghadapi persaingan global yang makin sengit serta ancaman perang terbuka yang berlatar perebutan sumber daya alam perlu konsep ekonomi pertahanan yang berbasis industri alutsista dalam negeri. Industri alutsista ini tidak sekadar merakit bersama dengan negara lain yang lebih maju. Harus ada nilai tambah yang riil yang disertai dengan penguasaan teknologi dan proses industri oleh sumber daya manusia (SDM) lokal.


Perjanjian kontrak pengadaan alutsista sebaiknya menekankan transfer of technology (ToT) dengan mengirimkan SDM untuk belajar dan magang di luar negeri. Strategi pembangunan harus mengedepankan arti penting kemandirian bangsa dan penguasaan teknologi oleh putra-putri bangsa sendiri. Untuk itu pemerintah perlu secara detail memasukkan faktor pengembangan SDM iptek dalam setiap perjanjian pembangunan infrastruktur dan belanja alutsista.


Sebaiknya pembelian pesawat terbang sipil maupun militer diikuti dengan program pengiriman SDM iptek. Mereka tidak sekadar training singkat, tetapi kuliah perguruan ternama dan magang di industri penerbangan dunia hingga tuntas.


Kerja sama Indonesia-Prancis yang baru saja terjadi merupakan momentum untuk meneguhkan persada Indonesia di jantung Eropa. Persada itu meliputi aspek sumber daya manusia (SDM), produk dan komoditas maupun kebudayaan. Selama ini Indonesia belum sekuat tenaga dalam meneguhkan hal di atas. Masih kalah jika dibandingkan dengan negara Asia lain seperti Korea Selatan, China, India. Hal itu terlihat dari jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di jantung Eropa masih kalah jumlahnya jika dibandingkan dengan ketiga macan Asia di atas.


Indonesia perlu lebih banyak lagi mengirimkan SDM ke jantung Eropa untuk belajar di perguruan tinggi terkemuka maupun untuk mempelajari pengembangan profesi masa depan. Adanya PCA (Partnership Cooperation Agreement) antara Indonesia dengan Uni Eropa perlu dikonkretkan terutama yang terkait dengan pengembangan SDM unggul.


Selain offset SDM, juga perlu skema offset produksi komponen pesawat di Indonesia oleh industri nasional yakni PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Sebagai aset bangsa yang strategis PT DI memerlukan kesinambungan antara SDM dan fasilitas yang standar dan diakui (recognized by authority) secara global.


Portofolio usaha PT DI yang terdiri dari aircraft (airplane and helicopter), aircraft services (maintenance, overhaul, repair and alteration), aerostructure (parts and sub assemblies, assemblies tools and equipment), engineering services (communication technology, simulator technology, information technology solution, design center) sebaiknya difokuskan untuk optimasi sistem penerbangan nasional sebagai penyedia dan supporting pesawat komuter dan alutsista TNI.



Rabu, 08 Desember 2021

GURU INSPIRATIF Bimo Sasongko Koran Sindo Jumat, 26 November 2021 Hal 13 Kolom Opini

 Bimo Sasongko

Founder I President Director & CEO

Ketum IABIE-Ikatan Alumni Program Habibie

Ketum IAJ-Ikatan Alumni Jerman

WasekJen ICMI


Pemerintah menetapkan tema yang diusung pada Hari Guru Nasional (HGN) 2021, “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

HGN yang diperingati setiap 25 November diwarnai desakan perlunya peningkatan profesionalitas guru. Dalam situasi pandemi Covid-19 dan masalah sosial yang semakin mengemuka dibutihkan banyak guru inspiratif dan mampu menjadi penggerak daya kreativitas bagi para siswa. 

Hal yang dibutuhkan Indonesia dalam kondisi saat ini adalah guru yang kreatif, panjang akal, inovatif, bekerja berdasarkan panggilan jiwa sehingga pikiran dan hatinya akan terus tergerak melihat lingkungan sosialnya. Peringatan HGN masih diwarnai masalah laten terkait dengan nasib guru honorer yang masih mengenaskan. Aksi unjuk rasa guru honorer yang memperjuangkan nasibnya telah terjadi secara sporadis di seluruh Tanah Air.

Masalah guru honorer yang tidak kunjung selesai telah menguras energi bangsa dan menenggelamkan isu strategis yang lain. Seperti program untuk membentuk guru berkualitas global yang mampu membangkitkan kreativitas berbasis sumber daya lokal. Padahal, kreativitas merupakan kunci daya saing bangsa mengahadapi era Industri 4.0 dan kondisi dunia yang semakin dilanda oleh disrupsi di segala bidang kehidupan.

Menyelesaikan masalah guru honorer dan program mencetak guru berkualitas tidak bisa lepas dari masalah anggaran. Untuk ke depan pemerintah harus bisa merestrukrisasi anggaran pendidikan yang telah mencapai 20%. Dengan jumlah anggaran pendidikan sebesar itu mestinya masalah laten guru honorer bisa terurai di daerah sehingga masalahanya tidak mengalir seperti air bah ke pemerintah pusat.

Karena kurangnya pemahaman terkait impelemntasi anggaran pendidikan, banyak daerah yang melakukan bias sasaran, pemborosan hingga modus korupsi. Padahal jika anggaran pendidikan itu dilaksanakan secara tepat maka masalah guru bisa direduksi setiap tahunnya sehingga seiring waktu masalah guru bisa berkurang secara pasti.

Melihat struktur APBN terlihat bahwa tanggungjawab dan distribusi anggaran pendidikan telah dilimpahkan kepada daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota. Sayangnya, pelimpahan tersebut belum di sertai kesiapan daerah dalam mengelola anggaran sehingga bisa tepat sasaran dan bisa mereduksi persoalan guru.

Peringatan HGN 2020 sebaiknya dijadikan kesempatan untuk merancang postur guru nasional yang idela untuk meningkatkan daya saing bangsa. Postur gurunasional yang jumlahnya sekitar tiga juta orang merupakan elemen bangsa yang amat penting untuk membangun karakter dan rasa optimisme serta mencetak SDM unggul yang terbarukan.

Saat ini Kemendikbud Ristek sedang meningkatkan metode pembelajaran pengelolaan manajemen sekolah negeri maupun swasta pengembangan keterampilan pendidikan sains, tekonologi, teknik, dan matematika (STEM) dan peningkatan kemampuan siswa Indonesia dalam highorderthinkingskills (HOTS). Keberhasilan program di atas sangat tergantung kepada faktor guru.


Profesi guru memiliki peran strategis untuk menyadarkan bahwa Indonesia adalah negara besardenganpotensiluarbiasa, namun belum didayagunakan seoptimal mungkin. Para guru mampu berperan mewujudkan gerakan Indonesia kreatif dan inovatif yang berbasis ruang kelas. Saatnya menjadikan kelas di sekolah sebagai lumbung  kreativitas.


Guru mampu mendorong kegiatan kreatif apa pun ben- tuknya di dalam kelas hingga menjadi entitas ekonomi yang tangguh di suatu daerah. Kegiatan itu mendasarkan diri pada filosofi alamiah tentang kemampuan merakit pada embrio makhluk hidup setelah mengalami fertilisasi. Gen yang mengatur dan mengendalikan proses dan kemampuan merakit diri sejaksel telur hingga terus membelah diri menjadi bentuk dan performansi yang paripurna disebut sebagai gen-gen homeotik atau homeotic genes Pada diri anak manusia, gen tersebut terletak di bagian tengah kromosom 12, yang bisa dianalogikan sebagai proses kreativitas alamiah yang sangat  menakjubkan.


Filosofi momeotik sebaiknya dijadikan landasan para guru untuk mengembangkan daya kreativitas bagi anak didiknya. Sehingga bermacam proses kreatif anak bangsa bisa membelah diri sesuai dengan karakter dan relevansinya masing-masing sehingga mampu memfasilitasi potensi lokal untuk bersaing secara global.


Program ke depan hendaknya bisa meningkatkan mutu akademik sekaligus bisa membentuk lumbung kreativitas anak bangsa. HGN merupakan titik tolak untuk mewujudkan guru ideal yang menjadi sosok inspiratif dan penggembleng karakter bagi siswa. Hingga saat ini sosok guru yang inspiratif      dan adaptif dengan kemajuan     dunia jumlahnya masih sedikit. 


Untuk membentuk guru yang ideal dan sumber inspirasi dibutuhkan wahana dan ke- sempatan bagi guru untuk mengikuti perkembangan global.Wahana tersebut untuk menunjang proses pengajaran serta meningkatkan profesionalitas guru. Adapun kesempatan yang harus diberikan untuk guru adalah mengikuti pendidikan lanjutan ke luar negeri atau mengikuti bermacam event tentang perkembangan metode pendidikan global dan teknologi yang relevan.


Guru harus memiliki tekad kuat yang bisa membuat bangsanya melakukan lompatan ke- majuan yang tidak kalah dengan bangsa lain. Sayangnya, kini masih banyak guru yang kondisi kesehariannya bertolak belakang dengan pengembangan profesionalitas. Banyak guru yang jauh dari buku-buku aktual yang bermutu,hilangnya kebiasaan diskusi, menulis, apalagi melakukan riset atau penelitian ilmiah. Impitan ekonomi dan kurang kondusifnya budaya kerja menyebabkan para guru hanya bisa menghitung hari.



GURU BERKUALITAS CLOBAL BIMO JOGA SASONGKO Koran Republika Jumat, 26 November 2021 Hal 7 Kolom Opini

 GURU BERKUALITAS CLOBAL

BIMO JOGA SASONGKO

Founder I President Director & CEO

Ketum IABIE-Ikatan Alumni Program Habibie

Ketum IAJ-Ikatan Alumni Jerman

WasekJen ICMI

 

Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap 25 November. Peringatan HGN tahun 2021 bertema "Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan". HGN sebaiknva dijadikan momentum untuk mengembangkan profesi guru sesuai tantangan zaman. 


Bank Dunia merilis laporan berjudul

"How Indonesia's Subnational Government Spend Their Monev on Education". DaΕ‚am laporan iΕ‚u disebutkan, 86 persen anggaran pendidikan di daerah hanva untuk gaji guru, bukan pengembangan kualitas pendidikan. 

Sebaiknya 86 persen dipakai untuk gaji dan tuniangan guru, infrastruktur lima persen, biava operasional tiga persen, dan pelatihan guru satu persen. Kabupaten Sragen memiliki alokasi tertinggi, 96 persen. Kota Surabaya paling rendah, yakni 56 persen.


Dari aspek kualitas, berdasarkan data UNESCO daΕ‚am Global Education Monitoring (GEM), terdapat 25 persen guru yang belum memenuhi syarat kualifikasi akademik dan hampir setengah lebih belum memilki sertifikat profesi.  


Usaha meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru merupakan keniscayaan. Peringatan HGN sebaiknya disertai program terobosan untuk mulai mencetak guru berkualitas global melalui program khusus.

Perkemhangan zaman yang serbadisruptif di segala bidang, sebaiknva diantisipasi  dengan membentuk guru vang mampu  membuat anak didik lebih kreatif.


Postur guru nasional saat ini terlihat dari guru yang sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Postur iΕ‚u berdasarkan data statistik dari laman Kemendikbudristek, total guru untuk tahun ajaran 2019/2020 berjumlah 2.698.103 orang. Jumlah sisvva meneapai 45.534.371 orang.


NUPTK diberikan kepada guru vang statusnva PNS ataupun non-PNS sebagai nomor identitas resmi, untuk keperluan identitikasi daΕ‚am herbagai pelaksanaan program dan kegiatan terkait pendidikan, daΕ‚am rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.


Saatnva membentuk guru dengan klasifikasi yang mirip seperti pasukan khusus atau pasukan elite.

Klasifikasi di atas bisa dicetak lewat program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), vang dikoordinasikan oleh Kementerian Keuangan. Sekadar catatan, lembaga iΕ‚u kini memegang dana abadi triIiunan rupiah.


Publik berharap agar program LPDP vang merupakan investasi pemerintall di bidang SDM bisa lebih efektif dan progresif. Para penerima manfaat program LPDP mestinya tersebar merata untuk seluruh rakyat Indonesia.   

Saatnya para guru merasakan langsung program LPDP. Masvarakat melihat, program di atas masih elitis dan cenderung berpihak kepada orang kota besar. Terlebih mereka punya fasilitas dan uang untuk mendapat Letter of Acceptance (LoA) atau conditional letter dari perguruan tingvgi luar negeri.


Tentunya para guru dari desa dan pelosok daerah kesulitan memperoleh LOA karena prosesnnya panjang dan membutuhkan dana juga kemampuan bahasa asing yang lebih. Ini tentu memberatkan mereka yang dari daerah dan keluarga tidak marnpu.


Semua guru yang berprestasi sebaiknva  diberi kesempatan ikut tahapan seleksi beasiswa LPDP. Kemudian kaiau mereka lolos seleksi akademis, dibantu proses mendapatkan LoA dan kemahiran berbahasa asing.


Ini tugas pemerintah melalui kerjasama dengan konsultan pendidikan internasional. Saatnva LPDP membuat terobosan mernberikan beasiswa bagi guru berprestasi untuk belaiar di luar negeri.


Beasiswa luar negeri LPDP selama ini fokus untuk program S2 dan S3, hal iΕ‚u mesti mengakomodasi para guru untuk mengembangkan kompetensinva. Saatnva LPDP mampu menjadi navigator dan fasilitator yang bisa membuka jalan kemajuan bagi para guru. Navigator yang mampu mengarahkan  para guru mentlju negara-negara maju.


Pengiriman guru berprestasi untuk kuliah di perguruan tinggi di luar negeri, perlu bekerja sama dengan konsultan pendidikan internasional yang bisa membimbing untuk menguasai bahasa asing, seperti bahasa Jerman. Prancis, Jepang. 


Selain itu, konsultan pendidikan internasional bisa membantu daΕ‚am memberikan materi matrikulasi, untuk menyesuaikan materi ajar dan memberikan gambaran tentang budasa dan kondisi sosial dari negara yang akan dituju.


Selain itu, membantu guru mendapatkan akomodasi hingga pendampingan bila perlu. Fungsi sinergi lembaga di atas termasuk memfasilitasi dan membantu pengurusan aplikasi visa, aplikasi studinya, workshop , dan faktor kemahiran bahasanya.


Negara maju, seperti Jerman dan Prancis, selama ini memiliki sejumlah perguruan tinggi terkemuka, yang tanpa membayar uang kuliah alias gratis. Selain membantu penguasaan bahasa asing dan prosedur tes masuk perguruan tinggi di luar negeri, perlu juga staf pendampingan guru jika sudah dinyatakan diterima.



Selasa, 14 Juli 2020

MENDORONG BEASISWA PENDIDIKAN KORAN KOMPAS Rabu, 15 Juli 2020

πŸ“œπŸŒΊπŸ“œπŸŒΊπŸ“œπŸŒΊπŸ“œ

Euro Management Indonesia IN MEDIA

Bimo Sasongko
President Director I Founder
Ketua Umum IABIE - Ikatan Alumni Program Habibie
Sekjen IAJ - Ikatan Alumni Jerman

Bimo Sasongko, diliput oleh salah satu media terbesar di tanah air dan dimuat langsung pagi ini dengan artikel yang berjudul MENDORONG BEASISWA PENDIDIKAN di:

KORAN KOMPAS
Rabu, 15 Juli 2020
Hal. 16 Kolom Sosok


BIMO SASONGKO, BSAE, MSEIE, MBA
President Director & CEO I Founder

πŸ“œπŸŒΊπŸ“œπŸŒΊπŸ“œπŸŒΊπŸ“œ



KO M PA S , R A B U, 1 5 J U L I 2 0 2 0
Sosok

Bimo Joga Sasongko

Mendorong Beasiswa Pendidikan

Bimo Joga Sasongko (48) ingin Indonesia memiliki sumber daya manusia yang unggul.Salah satu cara yang dilakukan adalah menggratiskan biaya belajarbahasa asing kepada anak muda yang akan kuliah ke luar negeri.
Sosok BJ Habibie yang dihargai kepakarannya di dunia internasional mendorong Bimo ingin menciptakan lebih banyak Habibie di Indonesia. Tahun 2003, Bimo mendirikan lembaga konsultasi pendidikan internasional Euro Management Indonesia di Jakarta. Lembaga ini memberikan konsultasi dan pendampingan kepada lulusan SMA ataupun S-1 yang mau kuliah di 15 negara.

Program ini berbayar dan mendampingi persiapan calon mahasiswa, mendapatkan kampus yang sesuai bakat, hingga mampu beradaptasi di negara lain. Bimo ingin melanjutkan tradisi anak Indonesia berkuliah dinegara maju. Dia mencontohkan, mahasiswa dari Vietnam dan Malaysia lebih banyak dibandingkan dengan mahasiswa Indonesia yang belajar ke luar negeri. Dia yakin, Indonesia harus melakukan langkah serupa, mengirimkan minimal 100.000 anak muda kuliah ke negara maju. Sekarang ini, baru berkisar 30.000 orang. Tahun 2016, Bimo menggagas beasiswa kursus bahasa asing gratis yang diampu pengajar pro-

ARSIP PRIBADI
Ester Lince Napitupulu fesional dari Euro Management. Pemberian beasiswa kursus bahasa asing gratis selama satu hingga dua semester menjadi bagian tanggung jawab sosial perusahaan. Sebab, Bimo prihatin melihat masih minimnya jumlah anak muda Indonesia yang kuliah di negara maju yang merupakan pusat peradaban dunia kini. Bimo yang merupakan pendiri dan Presiden Direktur Euro Management Indonesia yang dihubungi di Jakarta, Senin (13/7/2020), bersemangat menjelaskan pentingnya Indonesia mengirimkan para pemuda terbaik ke luar negeri. Beasiswa kursus bahasa asing gratis di Euro Management Indonesia sudah menjangkau sekitar 15.000 lulusan SMA, guru, tentara, PNS, dan masyarakat umum. ”Saya mendirikan Euro Management Indonesia tidak untuk bisnis murni. Setelah mempunyai uang, saya ingin memotivasi anak Indonesia ke luar negeri. Nah, pada tahun 2016 itulah saya mulai memberi kursus bahasa asing gratis. Ada tujuh pilihan bahasa asing, yakni Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Jepang, China, dan Korea,” ujar Bimo. Program kursus bahasa asing gratis itu semakin diminati banyak orang. Namun, karena Euro Management Indonesia hanya ada di Jakarta, peserta terbatas dari Jabodetabek. Sejak pandemic Covid-19, Bimo mulai melirik kursus daring sehingga mereka yang di daerah bisa ikut seleksi. ”Kursus bahasa asing ini, kan, gratis ya. Jadi yang diutamakan yang punya motivasi kuat, yang aktif dan serius. Kalau mereka bagus, kami dampingi untuk mencari beasiswa kuliah di luar negeri,” tutur Bimo. Dulu, program beasiswa Habibie menjadi impian anak-anak terbaik Indonesia. Bimo yang lulusan SMAN 3 Bandung sebenarnya sudah diterima di Institut Teknologi Bandung. Namun, ia rela melepasnya karena ingin meluaskan wawasan global dengan meraih pendidikan di luar negeri. Dia menjadi bagian dari sekitar 4.000 lulusan SMA pada kurun waktu 1980-an hingga 2000-an yang mendapat beasiswa program Habibie untuk kuliah di sejumlah negara maju dengan beasiswa pemerintah dan ikatan dinas.

Dia berkuliah S-1 di bidang teknik aerospace di Amerika Serikat dan lulus cum laude sehingga bisa lanjut mendapat beasiswa S-2. Krisis moneter membuat program Habibie dalam sejumlah teknologi kedirgantaraan terhenti. Orang-orang pintar yang kuliah di luar negeri dengan beasiswa Habibie tersebar di berbagai instansi, seperti pemerintahan, perusahaan Dirgantara Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), hingga ada yang tetap di luar negeri. Bimo mengabdi di BPPT hingga tahun 1998-2003 dan 2003-2010, yang di antaranya diselingi kuliah lagi di Jerman dengan biaya sendiri. ”Di masa lalu saja, Indonesia yang masih masuk negara miskin, yang lulusan SD-nya ketika itu baru 40 persen, sudah berani mengirimkan banyak anak muda terbaik ke perguruan tinggi di negara maju untuk belajar sains dan teknologi. Saya bilang beasiswa Habibie ini fenomenal dan saya sebagai bagian anak intelektual Habibie ingin terus menghidupkan semangat ini,” ujar Bimo. Keyakinan itu yang membuat Bimo terus bergerak. ”Beasiswa kursus bahasa asing gratis itu sebagai pemancing minat. Kalau sudah bagus bahasa asing, bias terbuka jalan untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Negara lain. Jadi saya buat sistem beasiswa untuk dapat beasiswa,” kata Bimo. Sebagai bakti menerima beasiswa dari pemerintah, Bimo dan alumni bersepakat untuk membentuk Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE). Pada 2013, Bimo menjumpai Habibie. Dia ingat pesan Habibie soal pendirian IABIE agar anak-anak terbaik bangsa Indonesia ini berbuat terbaik untuk bangsa. ”Kami diingatkan tidak boleh sombong, takabur, dan harus inklusif. Tidak boleh eksklusif. Itu pesan Pak Habibie. Jadi kami inklusif, netral, tidak berpolitik. Kami terdiri dari orang berbagai aliran, tetapi bersatu di bawah IABIE, di bawah kenetralitasan, ”tutur Bimo. Program beasiswa model Habibie, ujar Bimo, layak dilanjutkan. Untuk itu, IABIE pun mendorong supaya pengiriman lulusan SMA kuliah ke luar negeri dengan beasiswa pemerintah pusat dan daerah diadakan lagi, plus ikatan dinas untuk kepentingan bangsa.

Bimo J Sasongko
Lahir: Bandung, 4 Februari 1972
Pendidikan:
- S-1 Aerospace Engineering North Carolina State University, Amerika Serikat (1999)
- Master of Science Engineering in Industrial and Management System Engineering di Arizona State University (1996)
- Master of Business Administration di Fachhochschule Pforzheim, Jerman (2001)
Pengalaman Kerja:
- Pendiri dan Presiden Direktur Euro Management Indonesia (2003sekarang)
- Business Development Manager BPPT (2003-2010)
Organisasi:
- Ketua Umum Ikatan Alumni Program
Habibie (IABIE), 2016-sekarang
- Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan
Cendekiawan Muslim Se-Indonesia
(ICMI), 2017-sekarang

Minggu, 12 Juli 2020

BJ Habibie dan Jembatan Udara

BJ Habibie dan Jembatan Udara

Bimo Sasongko
President Director & CEO | Founder
EURO MANAGEMENT INDONESIA


Sepanjang bulan Juni sangat istimewa untuk Bangsa Indonesia. Istimewa karena empat dari Presiden RI lahir di bulan Juni, yakni Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, dan Joko Widodo. Presiden ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ) Habibie, di lahirkan pada 25 Juni 1936 di Pare-pare, Sulawesi Selatan.

Ada peran sejarah BJ Habibie untuk mewujudkan impian Ibu Pertiwi yang menginginkan adanya jembatan udara Nusantara, yang menghubungkan kepulauan Indonesia dan kawasan regional.Serta mampu mendarat pada bandara perintis di daerah terpencil.

Semua Presiden RI senantiasa berpikir keras demi mewujudkan kemajuan bangsa. Presiden ke-3 RI BJ Habibie sejak remaja hingga akhir hayat, langkah dan sumpahnya berorientasi pada impian Ibu pertiwi. Impian itu semakin mengkristal ketika Habibie muda pada 1955 bertemu dengan Presiden pertama RI.

Saat itu Bung Karno menyatakan impian-impian Ibu Pertiwi terkait dengan pentingnya kemandirian di sarana-prasarana perhubungan di Indonesia. Untuk itu dibutuhkan kapal laut dan pesawat terbang yang dibuat di dalam negeri dan dilakukan dengan kompetensi putra-putri bangsa sendiri.

Dalam perjalanan sang waktu, harapan dan keinginan Bung Karno di atas telah diwujudkan oleh BJ Habibie. Karena berhasil mendirikan bermacam wahana transformasi teknologi dan industri. Serta menyiapkan SDM unggul yang mampu bekerja sama dan bergotong-royong mewujudkan impian Ibu Pertiwi.

Selain menyiapkan wahana dan SDM kelas dunia, BJ Habibie telah menyiapkan cetak biru pembangunan infrastruktur bangsa yang berbasis kemandirian dan proses nilai tambah optimal yang berarti bagi perekonomian bangsa.

Pemerintahan saat ini seyogianya melanjutkan tahapan dan kerja detail dari BJ Habibie dalam membangun berbagai infrastruktur.

Pembangunan Infrastruktur selayaknya dipersiapkan secara matang dari aspek Sumber Daya Manusia (SDM) dan proses rancang bangunnya harus melibatkan semaksimal mungkin pihak dalam negeri.

Dengan dihapuskannya program R80 dan N245 dari proyek strategis nasional (PSN) maka bisa terjadi mislink SDM kedirgantraan bangsa.

Rakyat berharap kepada Presiden Jokowi agar meninjau kembali penghapusan program R80 dan N245. Hal itu agar tidak terjadi musnahnya kompetensi dari ribuan ahli penerbangan/kedirgantaraan.

Brain drain SDM kedirgantaraan tentunya akan memperburuk ekosistem industri kedirgantaraan nasional dan menyebabkan ketergantungan terhadap asing.

Pada era new normal akibat pandemik Covid-19, meskipun dunia industri penerbangan menjadi suram, namun “badai pasti berlalu", lalu industri penerbangan akan berperan lebih tangguh dan teknologi penerbangan akan mengalami lompatan yang berarti.

Peran jembatan udara bagi negara kepulauan seperti Indonesia semakin strategis. Untuk itu, pemerintah perlu menjalankan strategi yang jitu.

Pertama, Indonesia mesti tetap melakukan rekayasa dan rancang bangun sevcara mandiri. Lewat rancang bangun pesawat N219, R80, dan N245.

Kedua, strategi dengan melakukan rekayasa dan rancang bangun, modal bersama dengan mitra, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Ketiga, strategi mengundang mitra dari negara yang menguasai teknologi tinggi untuk berinvestasi dan memindahkan kompetensi teknologi tingginya ke Indonesia.

Strategi nomor tiga ini ikut terlibat dalam pengembangan teknologi tinggi dunia dalam strategic partnership . Meskipun dampak pandemik Covid-19 sangat dahsyat, namun tetap perlu menjadikan Indonesia bagian dari supply chain industri penerbangan dunia.

Dengan demikian akan menjadikan SDM Indonesia tidak hanya ter-upgrade dengan perkembangan teknologi terkini, tetapi juga sekaligus bisa mewujudkan pekerjaan outsourcing teknologi tinggi masuk ke Tanah Air.

Kondisi pesawat komuter saat ini yang dipakai untuk penerbangan perintis juga masih sarat dengan masalah. Jumlah pesawat dan SDM penerbangan yang mendukung penerbangan perintis masih kurang. Pesawat komuter kebanyakan bekas pakai atau sewa dari luarnegeri. Kompetensi SDM bangsa di bidang teknologi dan industry dirgantara merupakan satu dari sedikit negara yang memiliki SDM terbaik.

Perlu dicatat untuk mencetak SDM bangsa itu diperlukan anggaran besar dan waktu yang panjang. Para ahli bidang dirgantara tidak hanya berkarier di dalam negeri melainkan juga terlibat langsung dalam berbagai proses pembuatan pesawat terbang terkemuka dunia, seperti Airbus maupun Boeing.

Proyek pengembangan pesawat R80 yang sebelumnya masuk dalam PSN dikerjakan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI). Sedangkan proyek pesawat N245 digarap oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan LAPAN.

Pesawat N245 merupakan modifikasi atau pengembangan yang berbasis pesawat CN235 yang dirancang bangun dan diproduksi pada era Menristek BJ Habibie pada era 80-an.

Kegiatan R80 tahap pertama ( phase 1) berupa preliminary design dibiayai secara private atau pribadi oleh Presiden ke-3 RI BJ Habibie.

Sebenarnya status PSN dibutuhkan hanya untuk menunjukkan adanya dukungan moril dari pemerintah dan itu menunjukkan supremasi bangsa di bidang industri dirgantara.

Political will dari pemerintah itu sebenarnya bisa menjadi modal sosial untuk melangkah ke fase pengembangan R80 berikutnya, yakni tahap strategic investment dan tahap komersial.

Meskipun dampak pandemik Covid-19 sangat dahsyat, namun tetap perlu menjadikan Indonesia bagian dari supply chain industri penerbangan dunia.

Dengan demikian akan menjadikan SDM Indonesia tidak hanya ter-upgrade dengan perkembangan teknologi terkini, tetapi juga sekaligus bisa mewujudkan pekerjaan outsourcing teknologi tinggi masuk ke Tanah Air.

URGENSI BANTUAN DAN KREDIT MAHASISWA

URGENSI BANTUAN DAN KREDIT MAHASISWA

Bimo Joga Sasongko  
Ketum IABIE

     
Pandemi Covid-19 menurunkan daya beli masyarakat termasuk kemampuan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya. Tahun ajaran baru atau tahun akademik kali ini sangat berat bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

 Angka putus sekolah dan kuliah bisa jadi akan melonjak jika tidak ada bantuan dan kredit pendidikan yang dikucurkan kepada mahasiswa yang orang tuanya mengalami pengrumahan dan PHK.

Rencana Dirjen Dikti Kemendikbud Prof. Dr. Nizam untuk meluncurkan bantuan dana Rp 1 triliun bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) perlu segera diwujudkan.

Direncanakan sebanyak 441 ribu mahasiswa akan menerima bantuan tersebut. Idealnya rasio pembagian bantuan sepertiga diberikan untuk mahasiswa PTN dan dua-pertiga diberikan untuk mahasiswa PTS.

Jumlah PTS di Indonesia 3.800 buah. Di Jawa Barat saja ada 278 PTS yang tersebar di 27 kabupaten/kota, sedangkan PTN di seluruh Indonesia tidak melebihi 300 PTN.

Demikian pula dengan jumlah mahasiswa di Indonesia kini sekitar 8 juta mahasiswa, maka  sepertiganya berada di PTN dan duapertiganya ada di PTS.

Bantuan dan kredit mahasiswa selain untuk membayar biaya kuliah juga untuk menunjang sistem pembelajaran jarak jauh.

Hasil evaluasi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terhadap pelaksanaan pembelajaran daring yang telah dilakukan sejak Maret 2020 lalu menunjukkan sebanyak 8 juta mahasiswa dan 300 ribu dosen telah bertransformasi ke dalam sistem pembelajaran daring.

Dari hasil survei yang disebarkan kepada mahasiswa dan dosen, didapatkan 70 persen menyatakan pembelajaran daring dinilai baik, sedangkan 30 persen lainnya masih mengakui adanya kelemahan.

Beberapa waktu yang lalu Presiden Joko Widodo telah meminta pihak perbankan untuk mengeluarkan produk finansial baru berbentuk student loan atau kredit pendidikan.

Fasilitas pembiayaan tersebut sangat efektif untuk membantu mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu. Selain itu dengan adanya student loan bisa juga dimanfaatkan untuk pembiayaan mahasiswa yang berhasil meraih kesempatan kuliah gratis di perguruan tinggi terkemuka di luar negeri tetapi memiliki hambatan biaya akomodasi.

Perlu skema kredit mahasiswa yang tidak memberatkan dan tidak berisiko terjadinya kredit macet dikemudian hari. Kredit mahasiswa bisa mendongkrak angka partisipasi kasar (APK) mahasiswa di negeri ini yang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara lain.

            Jumlah Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia sudah banyak namun tidak berbanding lurus dengan minat APK masyarakat. APK domestik merupakan jumlah penduduk rentang usia 19-23 tahun yang belajar di PT dibagi dengan rentang usia tersebut yang seharusnya belajar di PT.

Kini APK Indonesia ke PT sebesar 29 persen. Sebagai perbandingan APK di Korea Selatan mencapai 80 persen, Malaysia 40 persen, Thailand 54 persen, Singapura 78 persen. Saat ini terdapat 4.550 Perguran Tinggi di Indonesia baik negeri maupun swasta. Belum lagi kehadiran universitas asing, semakin menambah jumlah PT di negeri ini.

Jumlah PT banyak tetapi APK-nya kecil. Hal itu disebabkan 70 persen PT daya tampungnya sedikit. Sebagai perbandingan PT di negara-negara Uni Eropa hanya ada sekitar 2 ribu perguran tinggi.

Bahkan, jika dibandingkan dengan Tiongkok, jumlah PT di tanah air masih lebih banyak. Jumlah PT di negeri tirai bambu itu hanya sekitar 2.824, padahal penduduknya beberapa kali lipat lebih banyak dibanding Indonesia.

Dalam kondisi pandemi pemerintah mesti bekerja keras mendongkrak APK, tetapi tanpa melupakan kualitas pada semua tingkatan pendidikan mulai S-1 hingga S-3. Kehadiran universitas asing merupakan keniscayaan untuk mendongkrak APK.

Strategi untuk mendongkrak APK juga bisa melalui usaha untuk meningkatkan jumlah pengiriman WNI kuliah ke luar negeri. Karena kualitas dan tradisi ilmiah serta keunggulan riset di universitas terkemuka dunia yang sudah tumbuh ratusan tahun tidak mungkin dicangkok atau dipindah secara instan ke Indonesia.

Karena hal itu sudah berakar kuat dengan budaya bangsanya. Juga sudah bersenyawa dengan karakter dan etos kerja bangsa maju itu. Dengan demikian kualitas PT asing yang beroperasi di tanah air tidak bisa sama dengan kualitas di negara asalnya.

Pemerintah harus ikut menentukan besaran biaya kuliah PT asing. Banyak alasan yang mengharuskan universitas asing bisa berbiaya lebih murah, karena beberapa perguruan tinggi terbaik dunia telah menerapkan sistem yang lebih murah dan praktis. Bahkan menawarkan seluruh mata kuliahnya secara gratis lewat internet.

Jangan sampai biaya kuliah PT asing lebih mahal dibandingkan dengan jika pemuda Indonesia kuliah langsung ke luar negeri. Apalagi fakta menunjukkan jika mereka langsung belajar di LN bisa lebih banyak mendapatkan nilai tambah dan lebih adaptif dengan kemajuan zaman.

Kini kita bisa melihat bahwa proses perkuliahan dan materi pelajaran dapat diunduh secara mudah. Bahkan, Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah menyediakan ribuan materi mata kuliah secara gratis. Mata kuliah itu bisa diunduh secara rinci dan lengkap lewat internet.

 *) Ketua Umum Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE). Lulusan North Carolina State University.


Jumat, 17 Mei 2019

Segitiga Rebana dan Sistem Logistik


Pikiran Rakyat - Segitiga Rebana dan Sistem Logistik
Jum'at, 17 Mei 2019 - Hal 18

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berusaha menyinergikan tiga kawasan yaitu Patimban, Kertajati, dan Cirebon, menjadi kawasan khusus yang diberi nama Segitiga Rebana(Cirebon, Patimban, Kertajati).

Gubernur Jawa Barat menyatakan, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati merupakan batas paling selatan segitiga tersebut. Batas utaranya Pelabuhan Patimban dan batas timurnya Pelabuhan Cirebon. Direncanakan, Segitiga Rebana terwujud pada 2021.

Kawasan Sgitiga Rebana yang diproyeksikan menjadi Special Economic Zone atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) membutuhkan sistem logistik yang baik. Untuk mewujudkan sistem logistik yang tangguh dan berkelas dunia, dibutuhkan SDM yang ahli dan terampil di bidang logistik.

Penekanan sistem logistik pada pembangunan Segitiga Rebana ini penting mengingat indeks logistik nasional hingga kini belum menggembirakan. Menurut Bank Dunia, peringkat Logistic Performance Index (LPI) 2018 untuk Indonesia berada di Peringkat ke-46.

Sebagai catatan, LPI merupakan indeks kinerja logistik negara-negara di dunia yang dirilis oleh Bank Dunia per dua tahun sekali. Terdapat 160 negara yang masuk penilaian tersebut. Adapun LPI didasarkan pada enam aspek yaitu, efisiensi customs & border management clearance (bea cukai), kualitas infrastruktur perdagangan dan transportasi, kemudahan pengaturan pengiriman internasional, kompetensi dan kualitas jasa logistik, kemampuan melakukan tracking & tracing, dan frekuensi pengiriman tepat waktu.

Pada prinsipnya eksistensi Segitiga Rebana untuk melancarkan proses produksi dan mempermudah ekspor dan impor. Semua itu dalam konteks perdagangan internasional.

Usaha memacu perdagangan sangat tergantung kepada sistem logistik. Perlu ditetapkan produk atau komoditas penggerak utama dalam suatu tatanan jaringan logistik dan rantai pasok, tata kelola, dan tata niaga yang efektif dan efisien.

Saatnya Jawa Barat mengintegrasikan simpul-simpul instruktur logistik, baik simpul logistik (logistics node) pun keterkaitan antarsimpul logistik (logistics link) yang berfungsi untuk mengalirkan barang dari titik asal ke titik tujuan.

Simpul logistik meliputi pelaku logistik dam konsumen, sedangkan keterkaitan antarsimpul meliputi jaringan distribusi, jaringan transportasi, jaringan informasi, dan jaringan keuangan, yang menghubungkan masyarakat perdesaan, perkotaan, pusat pertumbuhan ekonomi, baik antarpulau maupun lintas negara.

Masih rendahnya kinerja sektor logistik nasional dan daerah dipengaruhi oleh keterbatasan infrastruktur pelabuhan, pergudangan, jalan, dan lain-lain yang berdampak pada tingginya biaya operasional pengiriman barang.

Selain itu, hal tersebut dipengaruhi oleh kurang optimalnya implementasi regulasi yang mengatur logistik.

Jika regulasi sistem logistik dijalankan secara konsisten, pengiriman barang dapat lebih murah dan tepat waktu. Oleh karena itu, langkah cepat pemerintah dalam membenahi pelabuhan yang telah eksis dan pembangunan pelabuhan baru teramat penting.

Pembenahan pelabuhan jangan tersendat-sendat terutama dalam penerapan Inaportnet, yakni sistem layanan terpadu atau tunggal yang mengintegrasikan layanan kebutuhan administrasi perkapalan di instansi terkait di pelabuhan.

Inaportnet memungkinkan segala prosedur ekspor-impor lebih cepat. Penerapan Inaportnet di Indonesia diawali dengan penerapan Indonesia National Single Window (INSW) dan ASEAN Single Window (ASW). INSW yang diatur dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2008 bertujuan untuk menyederhanakan dan mempercepat izin kepabeanan dan pengeluaran barang dalam sistem informasi yang terintegrasi antareselon, yang implementasinya belum maksimal.

Pelabuhan merupakan faktor penting untuk mendongkrak kinerja logistik nasional,tetapi kondisinya di tanah air masih belum menggembirakan. Hal itu terlihat dengan kondisi pelabuhan yang sudah eksis di Jawa Barat, seperti Pelabuhan Cirebon hingga pelabuhan terbesar di tanah air, yakni Tanjung Priok.

Data menunjukkan, Pelabuhan Tanjung Priok semakin kewalahan menjalankan fungsinya karena terkendala oleh kapasitas dan fasilitas pelabuhan. Kini Tanjung Priok tidak mampu bersaing dengan otoritas pelabuhan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Tidak mengherankan jika pelayanan dan perizinan ekspor-impor juga masih belum efektif. Kondisi yang menyedihkan itu terlihat dengan indikator antara lain waktu pengurusan barang yang masih lama, serta lead time for container import di pelabuhan itu lebih lambat dibandingkan dengan di Singapura.

Pemerintah telah membuat program gudang terintegrasi dengan nama Rumah Kita. Sayangnya, program ini belum dilakukan secara total. Sistem Logistik Rumah Kita diharapkan bisa memadukan antara kinerja pelabuhan dan armada kapal dengan entitas pasar komoditas lokal yang andal.
Faktor ketangguhan pasar komoditas sangat ditentukan oleh sistem konektivitas perdagangan, insourcing, dan ketersediaan infrastruktur dan SDM logistik dengan kompetensi tinggi. Sistem insourcing termasuk teknologi pengolahan dan pengemasan produk atau komoditas unggulan daerah.


Pemerintah Daerah perlu memikirkan tentang create economies of scale dari berbagai produk lokal, sehingga ketika produk itu bergerak dari satu daerah ke pasar harus ada skala yang ideal. Otoritas logistik perlu mengetahui modelling dari behavior supply and demand, seperti prediksi terhadap pola konsumsi ataupun hasil panen. Contohnya pada momentum emas menjelang hari raya keagamaan, mestinya harus match dengan jadwal masa tanam hingga panen komoditas. Semua itu harus terkelola dengan baik melalui  program lintas eselon.

Bimo Joga Sasongko, Alumnus FH Pforzheim Jerman